Headlines News :
Home » , , » Gaya hidup Hedonis dan Penyebabnya (Metode Observasi dan Wawancara)

Gaya hidup Hedonis dan Penyebabnya (Metode Observasi dan Wawancara)

Written By bambang Supriadi on Saturday, 1 March 2014 | 14:02


BAB I
A.                LATAR BELAKANG

Perubahan dunia sekitar, baik yang bersifat konstruktif maupun destruktif, menjadi bagian yang tak terpisahkan dengan kehidupan manusia. Setiap terjadi perubahan lingkungan, manusia harus mengambil keputusan instrinsik pribadi sebagai konsekuensi interaksi manusia dengan dunia sekitarnya (Sumanto, 2006).
Di era globalisasi seperti sekarang ini, arus informasi sangat pesat. Di sisi lain, penggunaan teknologi yang canggih di segala bidang juga berdampak kepada semakin mudahnya melakukan berbagai kegiatan. Sebenarnya, modernisasi ini bertujuan untuk mengejar ketertinggalan Indonesia dari negara lain, namun di era globalisasi yang penuh persaingan akan membawa dampak bagi bangsa Indonesia, baik secara langsung maupun tidak (Matawam, 2007).
Globalisasi dan moderenisasi ternyata tidak hanya membawa dampak positif, tetapi juga berdampak negatif yang dirasakan dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Globasisasi telah menyebabkan banyak perubahan-perubahan didalam kehidupan manusia, misalnya perubahan dalam kehidupan sosial masyarakat, antara lain menyangkut perubahan nilai, moral, dan etika kehidupan (Hawari, 1999).
Moderenisasi yang didukung dengan Perkembangan pusat perbelanjaan yang di Indonesia saat ini sudah dapat dikatakan mengalami peningkatan. Hal ini dapat dilihat dari munculnya berbagai fasilitas pendukung diberbagai sektor kehidupan masyarakat. Perkembangan ini tidak lepas dari arus moderenisasi yang semakin kuat sehingga mengakibatkan proses tersebut berjalan semakin optimal (Ali, 2004).
Pusat perbelanjaan moderen seperti Mall, hypermarket dan lain sebagainya, serta hal-hal yang sejenisnya sebenarnya adalah ajakan bagi anak muda khususnya remaja untuk memasuki suatu budaya yang disebut dengan budaya hedonis (Nurfatoni, 2008). Hal tersebut dapat dilihat dari banyaknya remaja yang melakukan pembelian karena didorong oleh faktor ketidakpuasan terhadap sesuatu yang telah dimiliki dan atas adanya desakan perkembangan mode yang terjadi disekelilingnya. Seiring berkembangnya pusat perbelanjaan dan tempat hiburan tersebut maka gaya hidup pada remaja sedikit banyak akan terpengaruhi.
Tidak semua orang mampu menyesuaikan diri terhadap perubahan lingkungannya termasuk remaja. Remaja merupakan individu yang mudah berubah akibat adanya modernisasi.  Hal ini dikarenakan remaja berada pada masa transisi dari kehidupan anak-anak ke masa dewasa yang ditandai dengan perubahan dan perkembangan yang pesat baik dari segi fisik maupun psikis (Monks dkk, 1999). Dapat dikatakan bahwa perjalanan masa kanak-kanaknya telah mengantar kesebuah pintu usia remaja menjadi sosok individu yang berbeda berdasarkan perasaan dan cara pandang baru terhadap lingkungannya (Fillah, 2003).  Lebih lanjut Harre dan lamb (1996) mengemukakan bahwa masa remaja merupakan masa idealisme. Pada masa ini standar-standar dan moral  masyarakat diteliti, ditantang, dan bahkan ditolak. Masa transisi dan idealisme inilah yang membawa remaja pada pencarian jati diri, siapakah dirinya yang sebenarnya.
B.     RUMUSAN MASALAH
 Berdasarkan pada pembahasan diatas peneliti bermaksud untuk mengamati (Observasi) gaya hidup hedonis pada remaja diseputaran jalan Malioboro Yogyakarta.
C.KERANGKA TEORI
  1. Pengertian gaya hidup Hedonis
Enggel, dalam Eniatun, 2008, berpendapat bahwa life style merupakan fungsi dari seluruh kepribadian, motivasi, dan hasil belajar yang ada dalam diri individu. Gaya hidup merupakan pola hidup seseorang dalam kehidupan sehari-hari yang dinyatakan dalam kegiatan, minat dan berpendapat atau opini yang bersangkutan. Gaya hidup melukiskan “keseluruhan pribadi” yang berinteraksi dengan lingkungan.
Gaya hidup mencerminkan sesuatu yang lebih dari kelas sosial disatu pihak dan kepribadian dipihak lain (Kotler, 1993). Gaya hidup suatu masyarakat akan berbeda dengan masyarakat lainnya. Hal ini dikarenakan gaya hidup suatu individu dan kelompok masyarakat tertentu akan bergerak dinamis (Engel, dalam Eniatun 2008).
Salah satu tipe gaya hidup yang berkembang pesat terutama dalam masyarakat perkotaan adalah gaya hidup hedonis. Hirscman dan Halbroak (kasali, 1998) menyatakan bahwa hedonis merupakan kecenderungan konsumen menggunakan produk untuk berfantasi dan menerima getaran-getaran emosi, memperoleh kesenangan-kesenangan duniawi sehingga dapat diketahui dari produk-produk yang mengutamakan pada manfaat hedonis adalah gaya hidup yang merupakan ajakan banyak orang memasuki budaya konsumtif yang mengarah kepada suatu ekspresi akan situasi, pengalaman hidup, nilai-nilai sikap dan harapan, tujuannya adalah untuk mencari kesenangan dan menghindari kesakitan dengan cara lebih banyak menghabiskan waktu diluar rumah.
A.    Aspek-aspek
Aspek-aspek dalam penelitian ini mengacu pada teori yang dikemukakan oleh Enggel, dkk (1995) yaitu:
  1. Minat
Ialah suatu yang menarik dari lingkungan sehingga individu merasa senang untuk memperhatikannya. Minat dapat muncul terhadap suatu objek, peristiwa atau topik yang menekankan pada unsur kesenangan hidup. Minat gaya hidup hedonis dapat berupa ketertarikan individu terhadap barang-barang mahal dan mewah, perhatian khusus pada nilai prestise yang dimiliki suatu barang atau aktivitas serta keinginan individu untuk melakukan berbagai aktivitas atau perilaku yang mewakili gaya hidup yang diinginkannya.
  1. Aktivitas
Aktivitas Ialah sebagai cara individu mempergunakan waktunya yang berwujud tindakan nyata dalam kegiatan yang bertujuan mencari kesenangan semata dengan konsekuensi biaya cukup besar, aktivitas dapat berupa berbelanja dengan harga mahal dan frekuensi yang cukup sering. Menghabiskan malam ditempat hidburan khusus dengan biaya mahal serta kegiatan rutinseperti makan,minum yang dilakukan ditempat-tempat tertentu dengan biaya besar dan menimbulkan kesan mewah.
  1. Opini
Opini adalah tanggapan baik lisan maupun tulisan yang diberikan individu tentang dirinya sendiri dan produk-produk yang berkaitan dengan kesenangan hidupnya. Opini merupakan cara pandang individu untuk membela dan mempertahankan gaya hidup tersebut, opini sekaligus menjelaskan apa saja hal-hal yang diperukan atau harus dilakukan untuk menunjang gaya hidupnya.
Gambaran inidvidu yang memiliki gaya hidup hedonis yang tinggi adalah individu yang aktivitas, minat dan pendapatnya selalu menekankan pada kesenangan hidup. Hal tersebut diwujudkan dengan banyak mengabiskan waktu diluar rumah, banyak bermain, senang berada dipusat perbelanjaan dan hiburan, senang mengikuti trend mode, senang membeli barang-barang mahal guna memenuhi kesenangannya, selalu berusaha menjadi pusat perhatian, cenderung ikut-ikutan dan peka terhadap inovasi baru (Suryo, 2006).


B.     FAKTOR-FAKTOR
  1. Faktor internal
  1. Sikap terhadap gaya hidup hedonis
Menggambarkan pengalaman kognitif yang baik maupun tidak baik, perasaan-perasaan emosional dan kecenderungan berbuat yang bertahan selama waktu tertentu terhadap beberapa objek atau gagasan sikap menempatkan individu pada satu kerangka berpikir menyukai atau tidak menyukai suatu objek, menghampiri atau menjauhi. Sikap hedonis artinya sejauhmana individu memilki respon aktif, kognitif, konatif terhadap serangkaian pola tingkah laku.
  1. Pengalaman dan pengamatan
Hasil pengamatan seseorang akan membentuk suatu pandangan tertentu terhadap suatu objek, apabila pengamatan ditunjukan dengan pengalaman yang menghasilkan afek positif seperti rasa senang, bahagia dan  nyaman maka akan muncul penguatan dalam diri seseorang untuk melakukan kembali perilaku atau aktivitas tersebut
  1. Kepribadian
Kolter mengartikan bahwa kepribadian sebagai karakter psikologis yang memiliki perbedaan antara individu satu dengan individu lain, cara individu memandang dirinya akan mempengaruhi minat dan perilakunya, begitu juga dengan kepribadiannya, dan cara individu memandang dirinya mencakup penerimaan diri. Seseorang yang memandang dirinya negative, dimana individu memandang bahwa dirinya serba kekurangan, akan mencoba mengisi kekurangan dalam dirinya dengan mengikuti gaya hidup hedonis.
  1. Motif
Walgito 2001, motif dirartikan sebagai kekuatan yang terdapat dalam diri individu yang menyebabkan individu itu bertindak atau berbuat. Perilaku individu yang menyebabkan individu ini bertindak atau berbuat
  1. Faktor ekternal
a.       Kelompok referensi
Ialah sarana indentifikasi seseorang, dengan atau tanpa perlu menjadi anggota dari kelompok tersebut, dan oleh orang-orang yang bersangkutan  digunakan sebagai pembimbing bagi perilakunya yang patut dan tepat, atau dipakai untuk mengembangkan cita-cita tertentu. Kelompok referensi memberikan pengaruh baik secara langsung maupun tidak langsung dan dijadikan acuan individu
b.      Keluarga
Keluarga memiki peranan terbesar dalam pembentukan sikap dan perilaku, hal ini disebabkan karena pola asuh orang tua akan membentuk kebiasaan anak yang secara logika merupakan pola hidup. Individu yang tinggal dilingkungan keluarga yang terbiasa dengan gaya hedonis secara tidak sadar telah mengikuti proses pembelajaran dan proses peniruan sehingga akan berpola hidup sama seperti keluarganya.
c.       Kelas sosial
Kelompok homogen dan bertahan lama dalam sebuah masyarakat yang tersusun dalam sebuah urutan jenjang dan pada anggota dalam setiap jenjang memilki minat dan tingkah laku yang sama.
d.      Kebudayaan
Faktor penentu keinginan dan perilaku seseorang yang paling mendasar. Tinjauan kebudayaan menekankan pada keberadaan unsur-unsur dalam budaya seperti nilai, moral kebiasaan, penghargaan dan ganjaran dalam sistem yang tertentu yang mampu mendorong individu untuk menjalankan gaya hidup.
D. METODE
a.                Tempat            : Seputaran jalan Malioboro
b.               Alat                 :  i. Observasi
ii. wawancara
i.                    Obsevasi
            Dalam pengamatan ini kami menggunakan jenis observasi partisipan, yaitu observer terjun langsung, meleburkan diri, berinteraksi langung dan mengumpulkan data dalam situasi atau lingkungan yang diobervasi, dimana observer membuat materi yang dibuat sebelumnya dengan maksud sesuai dengan tujuan observasi.
Alat Bantu Observasi
            Pada pengamatan ini pengamat memakai alat bantu Checklist, dimana pengamat membuat daftar yang berisi tentang nama-nama subjek, atau nama observe, factor yang hendak diselidiki. Indicator perilaku yang diungkap, muncul atau tidak, memberi tanda yang sesuai pada pilihan yang ada, bersisi suatu daftar yang memuat tentang gejala-gejala perilaku atau aspek-aspek suatu atribut tentang daftar indicator perilaku yang diamati, sehubungann data yang dihasilkan dari pedoman ceklist berbentuk angka.
Pedoman Observasi
Check list
Judul                             : Gaya hidup hedonis pada remaja di Yogyakarta
Waktu                           : 16.00 – 21.00 WIB
Tempat                          :  Seputaran Jalan Malioboro
Tanggal                         :  15 Desember 2011
Nama Subjek                 : RN
Usia                               : -
Total Waktu                  : 5 Jam          
Observer                        :
Waktu Pencatatan         :

Indikator Perilaku

Frekuensi
Tidak
Kadang
YA
MINAT
  1. Merasa senang untuk diperhatikannya.


Ya
  1. Ketertarikan individu terhadap barang-barang mahal dan mewah


Ya
  1. Perhatian khusus pada nilai prestise yang dimilki suatu barang atau aktivitas


Ya
  1. Membelikan barang bermerek


Ya
  1. Merasa nyaman dan betah  berada didalam Mall


Ya
  1. Keinginan individu untuk melakukan berbagai aktivitas atau perilaku yang mewakili gaya hidup yang diinginkannya


Ya
.
AKTIVITAS
  1. Individu mempergunakan waktunya yang berwujud tindakan nyata dalam kegiatan yang bertujuan mencari kesenangan semata dengan konsekuensi biaya cukup besar


Ya
  1. Berbelanja dengan harga mahal dan frekuensi yang cukup sering.


Ya
  1. Menghabiskan malam ditempat hiburan khusus dengan biaya mahal


Ya
  1. Kegiatan rutin seperti makan,minum yang Dilakukan ditempat-tempat tertenu dengan biaya besar dan menimbulkan kesan mewah.


Ya
OPINI
  1. Tanggapan baik lisan maupun tulisan yang diberikan individu tentang dirinya sendiri dan produk-produk yang berkaitan dengan kesenangan hidupnya


Ya
  1. Cara pandang individu untuk membela dan mempertahankan gaya hidup tersebut


Ya
  1. Menjelaskan apa saja hal-hal yang diperukan atau harus dilakukan untuk menunjang gaya hidupnya.


Ya
           
Catatan :
  • Ya                                 =  4
  • Kadang-kadang            =  2-3
  • Tidak                             =  1

ii.                  Wawancara
Wawancara  dimaksudkan untuk menggetahui sejauhmana motif  Sehingga dari wawancara tersebut dapat diketahui apakah subjek tergolong dalam katagori remaja  yang memilki gaya hidu hedonsi
Tempat Wawancara
Wawancara dapat dilakukan di Hoka-Hoka bento di Mall Malioboro
Bentuk Wawancara
Bentuk wawancara merupakan wawancara semi tersruktur. Wawancara dilakukan dengan kewajaran yang maksimal sehingga dapat diperoleh data mendalam. Bentuk pertanyaan yang penting dan sejalan dengan tujuan penelitian.
Pedoman Wawancara
Pedoman dalam wawancara ini menggunakan model interview guide yang disusun sesuai dengan . Aspek-aspek dalam penelitian ini mengacu pada teori yang dikemukakan oleh Enggel, dalam (Eniatun, 2008) yaitu: Minat, Aktivitas, Opini.
PW      :  Selamat malam, bisa minta waktu sebentar, Kurang lebih 15 menit, Untuk saya wawancara, perkenalkan nama saya Wahyu K
SUB    :   malam  juga, Ia Mas silahkan.
PW      :  Senang berjumpa dengan anda, Mbk biasa berbelanja? Dimana?kapan
SUB    : ia mas, saya biasa berbelanja disini (Mall Malioboro), hampir dalam tiap minggu jika tidak ada kerjaan selalu ada disni bersama teman teman. Tapi tentu tidak hanya belanja disini saja, kadang di Butik dan Distro, tergantung dengan kebutuhan Mas.hahaha
PW      : Oh, tergantung dengan kebutuhan? Boleh tau barang belanjaan kebutuhan mbk? Boleh tau masalah harga yang dikeluarkan?
SUB    : Kebutuhan Cewek mas, biasa paling baju, tas, jaket, rok, perlengkapan kosmetik. Masalah harga tidak menjadi masalahlah yang penting kita senang dengan barang tersebut, harga mah bisa diaturlah,hehehe. Kadang harga 1 baju hampir 3 ratus ribu perhelai, tergantung Mereklah.
PW      : masalah merek ni mbk, biasa menggunakan merek mana ni?
Sub      : Merek Y, Lea, Executife, Raf 21, Benhill, Cardinal.
PW      : Merek luaran semua donk? 
PW      :  Ia mas, merasa puas dengan merek luarlah, nyaman, bangga tersendirilah masa.
PW      :  merasa nyaman menggunakan produk luaran? Apakah produk dalam negri kurang begitu menarik Mbk
Sub      :  kadang si nyaman tergantung juga, jika memang merek ternama y menarik juga mas, jika bagus, merek ternama di Indonesia y kita mau saja memakainya.
PW      : Mbk suka ke Mall? Selain berbelanja apa yang sering mbk lakukan di sini?
Sub      : suka banget mas, selain nyaman tempatnya kemudian barang yang diinginkan juga relative sangat mudah di cari. Kadang jika saya lapar bersama teman-teman kami makan dulu di Mall, entah di KFC, Hoka-Hoka Bento, Y enak aja makan disini.
PW      :  sesuai dengan kesepakatan diawal, data yang saya peroleh sudah cukup, terimakash banyak atas informasi yang mbk berikan, semoga kedepan bisa bertemu kembali.
Sub      : sama-sama Mas, hehehehe.
BAB II
SETTING
Proses Observasi dan wawancara dilakukan di seputaran jalan malioboro, disana terdapat Mall, tempat makan. Segala fasilitas yang ada, memberikan kenyamanan pada saat berbelanja, pada saat itu kondisi Mall sangat ramai, dan berdesak-desakan, hal ini dikarenakan mendekati Hari Natal dan Tahun Baru. Mall tersebut terdiri dari 5 lantai, lantai bawah tempat pecah belah, kebutuhan bulanan, lantai 2 baju, sepatu dan makanan, lantai 3 tempat baju, kosmetik, sepatu, dan lantai 4 untuk games. Tentu jika dibandingkan dengan Pasar tradisonal sangat lah jauh berbeda.


BAB III
ANALISIS
Remaja merupakan individu yang mudah berubah akibat adanya modernisasi.  Hal ini dikarenakan remaja berada pada masa transisi dari kehidupan anak-anak ke masa dewasa yang ditandai dengan perubahan dan perkembangan yang pesat baik dari segi fisik maupun psikis (Monks dkk, 1999). Dapat dikatakan bahwa perjalanan masa kanak-kanaknya telah mengantar kesebuah pintu usia remaja menjadi sosok individu yang berbeda berdasarkan perasaan dan cara pandang baru terhadap lingkungannya (Fillah, 2003).  Termaksud diantaranya adalah gaya hidup hedonis.
Gaya hidup mencerminkan sesuatu yang lebih dari kelas sosial disatu pihak dan kepribadian dipihak lain (Kotler, 1993). Gaya hidup suatu masyarakat akan berbeda dengan masyarakat lainnya. Hal ini dikarenakan gaya hidup suatu individu dan kelompok masyarakat tertentu akan bergerak dinamis (Engel, dalam Eniatun, 2008).
Salah satu tipe gaya hidup yang berkembang pesat terutama dalam masyarakat perkotaan adalah gaya hidup hedonis. Hirscman dan Halbroak (kasali, 1998) menyatakan bahwa hedonis merupakan kecenderungan konsumen menggunakan produk untuk berfantasi dan menerima getaran-getaran emosi, memperoleh kesenangan-kesenangan duniawi sehingga dapat diketahui dari produk-produk yang mengutamakan pada manfaat hedonis adalah gaya hidup yang merupakan ajakan banyak orang memasuki budaya konsumtif yang mengarah kepada suatu ekspresi akan situasi, pengalaman hidup, nilai-nilai sikap dan harapan, tujuannya adalah untuk mencari kesenangan dan menghindari kesakitan dengan cara lebih banyak menghabiskan waktu diluar rumah. Aspek-aspek dalam penelitian ini mengacu pada teori yang dikemukakan oleh Enggel, dalam (Eniatun, 2008) yaitu: Minat, Aktivitas, Opini.
Gambaran inidvidu yang memiliki gaya hidup hedonis yang tinggi adalah individu yang aktivitas, minat dan pendapatnya selalu menekankan pada kesenangan hidup. Hal tersebut diwujudkan dengan banyak mengabiskan waktu diluar rumah, banyak bermain, senang berada dipusat perbelanjaan dan hiburan, senang mengikuti trend mode, senang membeli barang-barang mahal guna memenuhi kesenangannya, selalu berusaha menjadi pusat perhatian, cenderung ikut-ikutan dan peka terhadap inovasi baru (Suryo dalam Eniatun, 2008).
Berdasarkan hasil amatan dan wawancara penulis, kecenderungan remaja terhadap budaya hedonis sangat tinggi, hal ini dikarenakan pengaruh moderenisasi yang mengarahkan kepada konsumeris dan mengakibatkan pada  patologi sosial masyarakat. Subjek pada observasi yang dilakukan menunjukan adanya kecenderungan hedonis, dimana seluruh aktifitas yang diamati menjunjukan adanya indikasi kearah hedonis baik secara minat, aktivitas, opini.





DAFTAR PUSTAKA
Sumanto. 2006. Kajian Psikologis Kebermaknaan Hidup. Buletin Psikologi UPFPSI UGM., Vo14 nomor 2 hal 115-135.
Matawam. 2007. Moderenisasi Dan Islam. Bulletin Al Hafidz. Muntilan: Purwangga.
Hawari. 1988. Al-Quran: Ilmu Kedokteran Jiwa Dan Kesahatan Jiwa. Yogyakarta: Dhana Bhakti Primayogya.
Hadi, S. 2002. Metodelogi Reasearch. Yogyakarta : Andi Offset
Harre, R & Lamb,R. 1996. Ensiklopedia psikologi. Jakarta: Arcan.
Monks dkk. 2001. Psikologi Perkembangan, Pengantar Dalam Berbagai Bagiannya.Yogyakarta : Gadjah Mada University Press.
Yusuf, S.2004. Psikologi Perkembangan Anak Dan Remaja. Bandung: Rosda.
Tri, E, A. 2008. Pengaruh Pelatihan Dzikir Terhadap Peningkatan Kontrol Diri Pada Remaja, Skripsi (tidak diterbitkan). Yogyakarta: Fakultas Psikologi Universitas Wangsa Manggala.
Suryo. 2006. Kajian Psikologis Kebermaknaan Hidup. Buletin Psikologi UPFPSI UGM., Vo14 nomor 2 hal 115-135.




Share this post :

Post a Comment

Terima Kasih atas kunjungan anda. Jika Anda COPAS Tolong cantumkan Link Sumber. Mohon gunakan kata-kata yang sopan dalam memberikan komentar.
Komentar SPAM, SARA dan sejenisnya tidak akan di tampilkan.
Jangan lupa tinggalkan jejak dengan berkomentar :)

 
Support : Jadwal Training 2016 | Informasi Training dan Seminar Indonesia | Mas Template
Copyright © 2011. WWW.SINTANG.COM - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger