Headlines News :
Home » » Psikologi Belajar Pada Anak

Psikologi Belajar Pada Anak

Written By bambang Supriadi on Sabtu, 25 Juni 2011 | 10.32


Proses psikologi belajar anak turut menentukan hasil belajar anak, proses tersebut meliputi conditioning, pembentukan kebiasaan, peniruan, model sosial, proses kognitif, tahap perkembangan, dan pemrosesan informasi. Ada dua teori yang membagi proses-proses tesebut yaitu teori behavioral dan teori kognitif. Teori kognitif meyakini bahwa pengetahuan itu dipelajari/ diperoleh dari hasil pembelajaran dan perubahan dalam pengetahuan menyebabkan adanya perubahan perilaku. Sedangkan teori Behavioral yaitu teori yang menganggap bahwa belajar menghasilkan perubahan perilaku dan menekankan adanya faktor eksternal terhadap individu. Menurut mereka hasil proses belajar harus meliputi sesuatu yang dapat dilihat dan diamati.. Teori behavioral meliputi Classical conditioning, Operant conditioning (instrument conditioning), Pembentukan kebiasaan, Peniruan (imitation).

Kapanpun dua pengindraan terjadi secara bersama-sama dan berulang kali, maka keduanya akan taerkait, yang menyebabkan jika satu dari sensasi (stimulus) terjadi, maka yang lainnya akan memberikan respon, hal tersebut dinamakan Classical conditioning . Melalui proses classical conditioning inilah manusia dan binatang dapat belajar merespon secara otomatis terhadap suatu stimulus. Responnya dapat berupa reaksi emosional, seperti : takut, senang, atau respon, fisiologis, seperti : ketegengan otot. Sedangkan yang dimaksud operant conditioning (instrument conditioning) yaitu proses belajar anak yang dipengaruhi oleh faktor penarik dan pendorong berupa hadiah/ hukuman.

Balajar juga dapat terjadi melalui proses pembentukan kebiasaan, dengan cara melakukan suatu hal secara berulang-ulang sehingga tanpa disadari hal tersebut menjadi sebuah kebiasaan. Contohnya dibiasakan bangun pagi jam 3 lalu belajar dan hal itu dilakukan setiap hari sehingga menjadi sebuah kebiasaan. Selain itu ada juga yang disebut imitation, dari katanya sendiri sudah jelas sekali atinya yaitu peniruan, belajar dapat juga terjadi akibat meniru, seerti seorang bayi, melihat ibunya mengejakan kata “mama”, bayi tersebut akan berusaha menirukan, tanpa disadari hal tersebut merupakan proses belajar juga.

Pada dasarnya pemrosesan informasi dapat dilakukan dengan bermacam-macam cara, terkadang apa yang terjadi disekitar kita secara tidak langsung memberikan pelajaran bag kita. Jadi proses pembelajaran bukan hanya sebatas di sekolah saja tapi belajar dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja.

Pembelajaran juga harus sesuai dengan perkembangan anak, hal tersebut menentukan sikap kita dalam memberikan pelajaran. Anak kecil misalnya, kita harus berusaha memberikan pelajaran degan cara semenarik mungkin, misal belajar diselingi degan permainan, menyanyi dan membacakan dongeng. Untuk anak dewasa yang telah dapat memandang sesuatu dengan realistik menuntut kita untuk dapat memberikan pelajaran menarik dengan memberikan contoh-contoh fenomena yang terjadi di sekitar mereka. Guru dituntut menjadi fasilitator bagi murid-muridnya, sehingga guru harus melakukan proses pembelajaran semenarik mungkin.
Share this post :

Poskan Komentar

Terima Kasih atas kunjungan anda. Jika Anda COPAS Tolong cantumkan Link Sumber. Mohon gunakan kata-kata yang sopan dalam memberikan komentar.
Komentar SPAM, SARA dan sejenisnya tidak akan di tampilkan.
Jangan lupa tinggalkan jejak dengan berkomentar :)

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. WWW.SINTANG.COM - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger